“Di tengah padatnya rutinitas harian santri, semangat mereka untuk terus menghafal Al-Qur’an jadi capaian yang sangat disyukuri,” ujar Koordinator Program Tahfidz, Gus Fathur.
Suasana makin hangat saat para peserta wisuda Amtsilati diuji langsung di atas panggung. Tanpa canggung, mereka melafalkan dan mengurai kaidah kitab di hadapan Pengasuh Pesantren Nurul Islam KH Mukhlas, Pengasuh Pesantren Mambaul Falah KH Kamaluddin, serta jajaran Koordinator Amtsilati Jawa Timur 3. Senyum lega para orang tua pun mengembang saat prosesi syahadat berlangsung.

Momen mauidhoh hasanah menjadi jeda reflektif yang menenangkan. KH Kamaluddin membagikan analogi sederhana namun berkesan tentang perjalanan menuntut ilmu dan pentingnya fondasi diri.
