PJJ dan Pendidikan Karakter

Sayidina Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi yang mendapat gelar gudangnya ilmu, pernah mengatakan, “Didiklah anak-anakmu (dengan baik), karena sesungguhnya mereka adalah (bangsa yang akan hidup) di zaman yang (jauh) berbeda dengan zamanmu.”

Berkaitan dengan itu, sehubungan dengan masa pandemi, selama masa PJJ siswa akan lebih akrab gawai, dunia digital, dan media sosial. Jika tak memperoleh pendampingan dan pengendalian secara memadai, fenomena ini justri akan berpotensi memengaruhi mental dan pemikiran mereka.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bertrand Russel dalam New Hopes For Chaning World (1968: 33) mengatakan, “Bencana dan bahaya terhadap manusia di masa mendatang, atau setidak-tidaknya pada masa depan tertentu, datang bukan dari alam, tetapi dari diri manusia sendiri.”

Karena itu, penanaman dan pembentukan karakter menjadi penting, misalnya dengan membekali pendidikan agama untuk membentuk pribadi salih dan berakhlakul karimah agar generasi mendatang terhindar dari bencana. Artinya, selama masa PJJ yang entah sampai kapan, pola pendampingan baik yang dilakukan oleh orang tua, guru, maupun stake holder pendidikan lainnya jangan sampai terjebak dan terkungkung pada ranah kognitif, namun harus tetap memberikan pendidikan karakter.

Tinggalkan Balasan