PJJ dan Pendidikan Karakter

Kita tidak boleh kalah dan menyerah melawan pandemi, yang merupakan bentuk lain dari sikap fatalistik. Kita ingat bagaimana sikap sahabat Umar bin Khatab saat menghadapi pandemi. Diceritakan, Khalifah Umar bin Khathab pernah berencana melakukan kunjungan ke Suriah.

Tiba-tiba terbetik berita bahwa di daerah itu sedang terjadi wabah penyakit menular. Lalu, Khalifah Umar membatalkan rencana kunjungannya itu. Para sahabat banyak yang protes atas sikap Umar itu. “’Apakah Tuan hendak lari dari takdir Allah?”’ tanya mereka. Jawab Umar, “’Aku lari dari takdir Allah kepada takdir Allah yang lain.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kisah itu memberi pelajaran bahwa kita tak boleh bersikap fatalistik, kalah dan menyerah dengan pandemi. Dalam konteks PJJ ini, kita tak boleh “menyerah” dan membiarkan diri terjebak dan terkungkung pada ranah pendidikan kognitif dan mengabaikan pendidikan karakter. Bersyukur, beberapa pondok pesantren dan sekolah telah ada yang memulai pembelajaran tatap muka, namun tetap dengan menaati protocol kesehatan secara ketat. Dengan demikian, estafet untuk melanjutkan pendidikan karakter dan penanaman karakter bisa dilanjutkan.

Tinggalkan Balasan