Plot Twist dari Tuhan

Kisah Nabi Yusuf adalah contoh paling dramatis dari plot twist Ilahi. Ia hanyalah seorang anak kecil yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah, lalu dipenjara. Rangkaian tragedi itu tampak akan berakhir seperti kehancuran total. Namun pada akhirnya, semua peristiwa pahit itu justru menjadi jalan menuju kekuasaan dan kemuliaan. Dari sumur ke istana. Dari pengkhianatan menuju pengampunan. Jika kisah itu berhenti di sumur, kita akan menyebutnya tragedi. Tetapi karena Tuhan menuliskan akhir yang berbeda, seluruh penderitaan itu berubah makna.

Plot twist dari Tuhan tidak selalu spektakuler seperti kisah para nabi. Kadang ia hadir dalam bentuk sederhana, gagal diterima di kampus impian, tetapi di tempat lain justru menemukan guru yang mengubah hidup. Ditolak dalam satu pekerjaan, tetapi akhirnya menemukan panggilan yang lebih sesuai dengan nurani. Bahkan sakit, yang kita anggap musibah, bisa menjadi cara Tuhan memperlambat langkah agar kita kembali mengenali diri dan-Nya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Masalahnya, manusia ingin tahu akhir cerita sebelum menjalaninya. Kita ingin kepastian, bukan kejutan. Padahal iman justru tumbuh dalam ketidakpastian. Kita diminta berjalan meski belum tahu ujungnya, percaya meski belum melihat hasilnya. Dalam tradisi Islam, konsep tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan berikhtiar sepenuh daya sambil menyadari bahwa hasil akhir berada dalam pengetahuan Tuhan yang melampaui logika kita.

Tinggalkan Balasan