Politik identitas dengan agama disertai framing akan beragam isu yang tak jelas kebenarannya membuat umat Islam kian terbelah. Tak hanya soal pilihan politik saat pilpres, pilkada, ataupun pemilu yang saat ini mengakibatkan munculnya istilah Cebong dan Kampret, buzzer, dan kadrun.
Narasi tersebut semakin mempolarisasi bangsa kita di ujung jurang perselisihan. Bagaimana tidak, musim demokrasi dengan pemilihan seorang pemimpin bukan malah memperkuat rasa ukhuwah atau persaudaraan kita sebagai sesama umat Islam tetapi, malah merongrong keutahan kesatuan negara Indonesia dengan yang lebih parah.

Merajut Ukhuwah islamiyah
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk beragam kebutuhan. Jika memahami konteks sebagai makhluk sosial, maka tak selayaknyalah mengkotak-kotakkan manusia hanya dalam persamaan atau oerbedaan pandangan dan pemikian.
