Polarisasi Politik dan Nasib Ukhuwah Islamiyah Masa Kini

Kita sebagai umatnya Nabi Muhammad selalu diajarkan tasamuh, bertoleransi terhadap semua pihak yang memiliki perbedaan akan sebuah gagasan. Toleransi adalah suatu istilah untuk menjelaskan sikap saling menghormati, menghargai, dan kerja sama di antara kelompok masyarakat yang berbeda baik secara, budaya, bahasa, etnis, politik, maupun agama. Karena itu, toleransi hal yang agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama, termasuk agama Islam. (Muhammad Sabir, 2021)

Ajaran toleransi ini seakan menjadi jawaban dengan beragam fenomena keterbelahan potensi pandangan masyarakat di tengah semakin dekatnya pesta demokrasi Indonesia pada 2024. Jika semua pihak mau memahami secara dalam konsep toleransi ini, niscaya minim bahkan tak ada aksi kekerasan yang dilakukan terhadap umat manapun.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ada fenomena, sebagian kelompok dengan kerasnya sering menyebut-nyebut adanya Islamophobia atau ketidaksukaan atau ketakutan yang tidak masuk akal dan prasangka terhadap Muslim atau Islam. Namun, secara tak sadar mereka menampakkan diri sebagai muslim yang beringas dan membabi buta, melakukan kekerasan terhadap sesama manusia, bahkan yang juga sama-sama muslim.

Karena itu, konsep ukhuwah islamiyah haruslah diperkuat dengan paham toleransi dan diterapkan lebih masif kembali dalam lingkungan sosial yang ada, dan memahami maknanya secara luas, tidak secara sempit belaka, agar kejadian penistaan, pelecehan, kekerasan beragama dan perilaku terlarang lainnya tak terulang lagi di bumi pertiwi Indonesia.

Tinggalkan Balasan