Pondok Tua di Kota Seribu Gereja

Masyarakat Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, dikenal mayoritas penganut Nasrani. Tapi, di kota berjuluk “Seribu Gereja” itu hingga kini eksis pondok pesantren tua yang istikamah menyemaikan ajaran Islam yang inklusif dan moderat. Di sanalah kekayaan Nusantara tersimpan.

Orang-orang mengenalnya sebagai Pondok Kombos atau Pesantren Kombos, mungkin karena letak pondok pesantren ini di daerah Kombos. Berada di Jalan Arie Lasut, Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, nama resmi pesantren ini adalah Lembaga Pendidikan Islam Pondok Karya Pembangunan (LPI-PKP).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pondok Kombos tergolong pesantren tertua di kota asal artis Amanda Manopo ini. Riwayat pendirian Pesantren Kombos ini relatif unik. Saat itu, pada 1977, Kota Manado menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-10 Tingkat Nasional.

Seperti biasa, kegiatan ini diikuti perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia. Tercatat, ada 186 peserta MTQ, plus 136 official, 300 peninjau, 22 dewan hakim, dan kurang lebih 2.000 anggota rombongan kesenian. MTQ dibuka oleh Presiden Soeharto di Stadion Klabat Manado yang sekaligus menjadi tempat lomba.

Tinggalkan Balasan