Pondok Tua di Kota Seribu Gereja

Seusai MTQ, Menteri Agama A Mukti Ali meminta kepada Gubernur Sulut Hein Victor Worang untuk membuat monument sebagai pengingat bahwa Manado pernah menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Nasional. Dari diskusi itu muncul ide untuk membangun Islamic Center di Manado dan mendirikan pesantren.

Ide itu akhirnya terwujud. Islamic Centre dibangun di area Masjid Raya Manado. Sedangkan, bangunan tempat menginap peserta MTQ selama Manado dijadikan pesantren. Dalam suasana Orde Baru ketika itu, pesantren tersebut diberi nama Lembaga Pendidikan Islam Pondok Karya Pembangunan dan diresmikan pada 16 Januari 1978, setahun usai pelaksanaan MTQ.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saat itu, ditunjuk sebagai pengasuh pesantren adalah KH Rizali M Noor. Alumnus IAIN Sunan Kalijaga ini ditunjuk lantaran dikenal sebagai ulama kharismatik dan berpengaruh di Kota Manado. Saat itu, KH Rizali M Noor juga termasuk salah satu Dewan Hakim MTQ.

KH Rizali M Noor adalah ulama nadhliyin asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, yang lahir pada 27 Oktober 1950. Setelah wafat, KH Rizali M Noor wafat, kepemimpinan pondok diteruskan oleh putranya, KH Muhammad Syarif Azhar Lc, lulusan Universitas Al Azhar Mesir.

Tinggalkan Balasan