Potret Pesantren Mandiri (5): Nahdlatul Ulum Maros

Pesantren Nahdlatul Ulum Maros, Sulawesi Selatan dijadikan percontohan (peta jalan) pesantren mandiri karena memiliki potensi luar biasa dalam membangun sebuah kemandirian. Dari berbagai hasil riset diketahui bahwa pesantren ini telah melahirkan generasi yang siap bersaing di kancah kehidupan. Karena di dalam pesantren, life skill juga dijadikan sebagai pembelajaran dalam menghadapi dunia kerja. Maka tidak dapat dimungkiri bahwa dari lulusan pesantren ini banyak santri yang mampu bersaing dengan dunia luar.

Kemandirian yang diharapkan pemerintah adalah mandiri dalam segala bidang. Mandiri di dalam pengetahuan keagamaan, bidang sosial kemasyarakatan, dan mandiri di bidang-bidang usaha. Jika kemandirian yang seperti ini telah dicapai, maka para santri akan menjadi treck centre kehidupan untuk memberikan kemanfaatan di tengah kehidupan bermasyarakat. Selain itu Pesantren Nahdlatul Ulum mampu berdiri tegak di atas kemandirian pesantren itu sendiri tanpa bergantung kepada donatur dan dana masyarakat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Untuk mendukung program kemandiran pesantren, maka pengurus Pesantren Nahdlatul Ulum mendirikan beberapa unit usaha, di antaranya mini market “Aminah Mart”, usaha laundry, dan kantin. Mini market “Aminah Mart” dua lantai dengan luas 300 meter persegi ini menyediakan kebutuhan sehari-hari, seperti bahan pangan, busana, dan peralatan pendidikan. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan santri, “Aminah Mart” juga menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi sekitar pesantren.

Dengan beberapa unit usaha seperti mini market, laundry, dan kantin itu akhirnya pondok pesantren ini memiliki sumber pendanaan untuk membiayai sebagian dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakannya. Tak hanya itu, dengan pengelolaan unit usaha yang melibatkan santri, dengan sendirinya para santrinya juga dididik untuk menjadi insane-insan mandiri yang siap ketika saatnya tiba hidup di tengah-tengah masyarakat.

Pesantren Ramah Anak

Selain menjadi percontohan pesantren mandiri, Nahdlatul Ulum juga dijadikan sebagai pelopor pesantren ramah anak. Penetapan Nahdlatul Ulum sebagai pesantren ramah anak diberikan berdasarkan hasil assesment pesantren di lima kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak RI bekerja sama dan Kementerian Agama RI.

4 Replies to “Potret Pesantren Mandiri (5): Nahdlatul Ulum Maros”

Tinggalkan Balasan