TITIMANGSA
Dia rentang terang
penuh kasih-sayang
dalam lirik; usia, waktu,
hari, dan peristiwa baru.

Tangis, suka, sepi
deru angin, sunyi
riuh, perih, sedih
letih, dan lebih
menjadi pola kunci
sebuah lagu
merdu.
“Apalagi?” kataMu
tanpa ragu-ragu kepadaku
yang pura-pura lugu.
Aku diam
Kau menyaksikan
Aku berdendang
“Tiada yang lebih tuan, Tuhan.”
Kau menyimak dengan seksama
sepanjang cerita ‘titimangsa’
Tulungagung, 2021.
NISKALA
Angka-angka kalender kutinggalkan;
di rumah, di madrasah, di langgar, di kebun
di sawah, dan di sungai yang terus berjalan.
