Keempat, fokusnya peserta didik. Saat belajar mengajar tatap muka di sekolah, para guru dapat langsung mengontrol peserta didik. Namun, pada masa pandemi ini, guru akan mengalami kesulitan untuk mengontrol para siswa yang cenderung sering kehilangan fokus saat belajar di rumah.
Kelima, hasil tidak maksimal. Salah satu hambatan pendidikan inklusif di era pandemi ini adalah ilmu yang disampaikan tidak sepenuhnya dapat diterima. Beberapa anak memerlukan cara yang berbeda dalam menerima dan memahami materi pelajaran, namun dalam kondisi sekarang siswa berkebutuhan khusus akan kesulitan menerima informasi yang disampaikan apabila tidak dijelaskan sesuai dengan cara yang dapat mereka pahami.

Karena itulah, dalam kondisi tidak normal seperti saat ini, pendidikan inklusif harus memperoleh perhatian yang lebih dari pemerintah. Misalnya, dalam hal penyelenggaraanya dan juga menuntaskan apa yang jadi hamabatan bagi pendidikan inklusif. Selain itu, untuk memenuhi hak-hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan inklusif, semua elemen masyarakat juga harus terlibat secara aktif, dari mulai keluarga, sekolah, masyarakat, dan juga pemerintah.
