PUAN YANG BERPUASA (3-DOSA PUAN)
(yang mengaku) penjual pahala

mendadak miskin di bulan puasa.
Calo-calo (yang katanya) mempermudah urusan orang lain
justru mengalami kesulitan di jalannya sendiri.
Para penghitung dosa (begitulah mereka merasa)
justru terancam kehilangan penghasilannya.
Siklus ramadan mengacaukan semesta mereka yang tak mendapat keuntungan di dalamnya.
Miris.
Lalu para perempuan, menyajikan menu sahur komplit– ajakan menuju kesadaran, taubat, lengkap dengan sepiring kiat-kiat ibadah– tapi mereka memakannya ketika pagi tiba; menjadi sarapan ketika matahari telah meninggi.
Siapa yang berdosa?
