Puasa dan Kesehatan Raga

Lambung yang merupakan salah satu organ pencernaan ini oleh Imam Al-Ghazali dan Imam Nawawi disebut sebagai sarang penyakit. Beberapa ahli medis juga menyebutnya demikian. Namun, meski begitu, Allah SWT telah menciptakan organ tubuh manusia dalam keadaan sangat sempurna, otomatis, dan teratur. Organ tubuh juga dilengkapi dengan pengaman sehingga terlindungi dan steril dari virus-virus maupun bakteri-bakteri penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh.

Lantas mengapa lambung disebut sebagai sarang penyakit? Karena ia digunakan oleh sebagian manusia secara berlebihan atau melampaui batas serta hilangnya kontrol dalam menguasai diri dengan membiasakan makan-makan dan minum sepuasnya, yakni di atas kapasitas alat cerna itu. Hal itu, menurut dr Zaidul Akbar, akan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan serangan jantung, peningkatan lemak darah, kolesterol, kencing manis atau diabetes mellitus.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Terdapat hubungan erat antara fungsi perut dan fungsi seluruh tubuh sehingga tidak ada penderitaan pada alat tubuh atau gangguan atas susunannya kecuali perut terbawa-bawa olehnya. Ini adalah bukti yang menegaskan pula kesatuan tubuh yang sakit. Dr Ahmad Ramali menjelaskan, bahwa sumber kesengsaraan manusia, penderitaan jasmani, tekanan jiwa, dan berbagai penyakit lainnya, masih lebih didominasi oleh penyakit perut.

Dokter Arab terkenal pada masa Rasulullah saw bernama al-Haris bin Khaldah pernah ditanya, “Apakah esensi obat?” dia menjawab, “Melakukan diet dangan tepat”. Dalam hal ini, dia memiliki ungkapan yang cukup terkenal yang dijadikan dasar ilmu kedokteran hingga kini. Ungkapan tersebut berbunyi, “Lambung adalah rumah penyakit dan diet adalah pangkal segala obat.”

Dari ungkapan di atas, tidak mengherankan jika orang-orang yang rakus dengan segala macam makanan umumnya lebih sering ditimpa penyakit dibandingkan dengan orang-orang yang makanannya hanya terdiri dari satu macam saja. Variasi makanan memang di perlukan yang terdiri dari empat sehat lima sempurna, yaitu nasi, (jagung), daging, ikan, telur, sayuran, buah-buahan dan susu, asalakan dimakan  dengan tidak berlebihan.

Hal ini didukung oleh pernyataan Dr Alexis Karl, seorang doktor ahli bedah dan psikiater Amerika, yang mengatakan bahwa sesungguhnya makan banyak dan berlebihan dapat merusak atau mengganggu fungsi pencernaan. Padahal besar sekali fungsi makan bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, perlu adanya peran pengaturan (diet) makanan. Dengan demikian, manusia hendaklah mengharuskan dirinya untuk melakukan puasa selama beberapa waktu.

Kita tahu bahwa puasa bukan hanya di lakukan oleh umat Islam, tetapi semua agama selalu mengajak pemeluknya melakukan puasa dan menghentikan makan. Karena dengan puasa ini pertama-tama manusia merasa lapar sehingga kadang-kadang menimbulkan gangguan fisik  yang kemudian diikuti dengan rasa lemah. Akan tetapi, disamping itu puasa mempunyai dampak yang sangat positif yang jauh lebih berfaedah dari pada kelemahan fisik, yaitu menormalkan denyut jantung, membakar lemak yang ada di bawah kulit, memfungsikan cadangan protein dan mengurangi intensitas kerja hati, sehingga dapat melestarikan keseimbangan organ-organ dalam kesehatan jantung.

Tinggalkan Balasan