PUISI MERAYU TUHAN

Saban pagiku yang entah
Kicauan pipit menghunus jantung fajar
Kau datang dengan malu-malu pada ujung gerimis
Menetes pada badan bumi yang lesu

Mir sayang,
kurasa malam nanti sudah purnama
Bait-bait sajak kerinduan sudah penuh
Aku tak lagi mampu mengaturnya

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Apa kau tidak lelah, Sayang?
Berdiam di pojok pikirku yang terus berguncang

Yogyakarta,2022.

Tinggalkan Balasan