PUISI UNTUK MANTANKU

Meski itu benar kenyataannya.
Kedua mata kita saling bertemu. Tapi tak saling menjamu. Kau begitu mengintimidasiku dengan segala kemarahanmu.
Ralat!

Melainkan dengan segala kecemburuanmu
Kedua kakimu sudah tak kuasa di tempat. Namun, nuranimu masih acuh. Kau beranikan diri menangis di depanku yang kurasa tak perlu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan