“Laila, aku punya puisi untuk mantanku”
Seketika itu telingamu memerah. Alismu saling beradu, pun kulit di atasnya mengkerut tak karuan. Kedua bibir yang pernah kulumat hebat kini melecu menolak kata-kataku yang kau anggap rancu.

“Laila, aku punya puisi untuk mantanku”
Seketika itu telingamu memerah. Alismu saling beradu, pun kulit di atasnya mengkerut tak karuan. Kedua bibir yang pernah kulumat hebat kini melecu menolak kata-kataku yang kau anggap rancu.

Semasa kuliah, saya bukan mahasiswa istimewa. Tapi di akhir masa perkuliaha...
Salah satu hal yang paling kuat dalam tradisi pesantren adalah penghormatan...
Ada masa ketika seseorang pergi ke masjid, mengikuti pengajian, bersedakah...
Perpaduan gema hadrah, lantunan ayat suci Al-Qur'an, hingga adu ketangkasan...
SILSILAH MATA Selang beberapa lama setelah matamu mengajakku berdiskusi aku...
Sorry. No data so far.