Film Bidaah akhir-akhir ini viral dan menjadi perbincangan hangat publik. Dirilis oleh produser Malaysia Erma Fatima, Bidaah menimbulkan banyak reaksi dari berbagai kalangan, terutama warga Indonesia.
Tidak bisa dimungkiri film yang viral karena sebutan Walid ini memiliki dampak yang luar biasa dalam membentuk berbagai persepsi masyarakat, terutama bagi mereka yang awam. Apalagi ketika Bidaah mulai menyentuh ranah agama, terutama masalah akidah. Penting bagi kita harus bisa menelaah dengan objektif dan bijak.

Sebagai seorang santri, tidak dapat dimungkiri ketika menyaksikan karakter tokoh Walid dalam film ini jujur saja saya terbalut emosi dan geram. Sebab, film Bidaah ini menyuguhkan narasi-narasi yang problematik. Ia menyorot amalan-amalan keagamaan yang sudah diwariskan oleh para ulama kita, namun mereka membungkusnya dengan sinis dan reduktif yang berlebihan. Meskipun, ada satu dua di antara mereka yang memang bisa disebutkan dengan habib dan gus yang tidak baik atau abal-abal. Menggunakan agama sebagai alat atau sarana misi kejahatannya.
Seperti yang ditulis oleh Ismail Kholil dalam postingan Instagram pribadinya pada 6 April 2025:
