Jika melihat konteks historisnya, maka santri selalu siap dan mampu membaca arah perkembangan dan perubahan. Tidak hanya dalam ruang pendidikan, politik dan sosial, tetapi juga dalam konteks stabilitas kehidupan yang lebih luas. Dengan kata lain, kesadaran dan kepekaan terhadap arah perubahan itu sudah dipupuk melalui ragam tirakat dan penempaan diri di pesantren.
