Di pusara sunyi kutitipkan doa,
untuk Abah yang telah tiada.
Namamu abadi di dalam dada,
cintamu hidup tak pernah sirna.
Dulu pundakmu tempatku berteduh,
ajaranmu terang menuntun langkah.
Kini kau tenang di alam yang teduh,
meninggalkan rindu yang tak pernah punah.

Jika rindu bisa menembus cahaya,
kan kukirim setiap malam tiba.
Meski jasadmu jauh di surga,
kasihmu tetap di jiwa.
Tenanglah Abah dalam peluk-Nya,
di taman abadi yang mulia.
Al-Fatihah selalu kupanjatkan untuknya,
sampai nanti kita berjumpa.
Sumber ilustrasi: pinterest.
