Rumi dan Iluminasi Syair Sufistik

Islam dan non-Islam adalah sebuah takdir. Sedangkan takdir itu sendiri merupakan suatu pilihan. Ada ruang kehendak yang diberikan untuk menggapai kebaikan dan kesempurnaan. Maka kemudian di luar Islam bukan dijadikan musuh antagonis yang harus disingkirkan. Keagungan dakwah adalah jalan ruang cinta untuk dirangkul menjadi bagian dari hakikat cinta itu sendiri. Maka Rumi pun mengatakan, “Jika kau ingin melihat wajah-Nya, maka tengoklah pada wajah sahabatmu tercinta.”

Pecinta Hakiki

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Di mana saja kau berada, apa pun keadaanmu, cobalah selalu menjadi seorang pecinta yang senantiasa dimabuk oleh kasih-Nya. Sekali kau dikuasai oleh kasih-Nya, maka kau akan hidup menjadi seorang pecinta yang hidup bagaikan dalam pusara. Dan kau akan tetap hidup hingga hari kebangkitan itu tiba, lantas kau pun akan dibawa ke dalam surga dan hidup kekal selamanya. Namun, jika kau belum menjadi seorang pecinta, maka pada hari pembalasan seluruh pahalamu tak akan dihitung.”

Ungkapan Jalaluddin Rumi di atas bagaikan kita diajak untuk menjadi pecinta yang sebenarnya. Apapun kondisi yang terjadi pada kehidupan, tidak ada alasan untuk berlalu dan lepas dari seorang pecinta. Nilai-nilai keagungan cinta adalah mencintai apa adanya, dan menerima keadaan apapun dari Yang Memberi Cinta.

Di dalam kesempatan lainnya, Rumi mengatakan, “Yakinlah, di Jalan-Cinta itu: Tuhan akan selalu bersama-Mu.” Ini menunjukkan bahwa ketika cinta itu suci dan berlabuh pada cinta-Nya, maka Yang Maha Cinta akan selalu bersama kita. Jalan Cinta adalah kesucian dan keabadian cinta. Dan keabadian cinta adalah wujud kepedulian untuk selalu bersama-Nya.

“Tak ada pilihan lain bagi jiwa, selain untuk mengasihi. Namun, pertama kali jiwa harus merangkak dan merayap di antara kaki para pecinta. Hanya para pecinta yang dapat lepas dari perangkap dunia dan akhirat. Hanya hati yang dipenuhi dengan cinta yang dapat menjangkau langit tertinggi. Bunga mawar kemuliaan hanya dapat bersemi di dalam hati para pecinta.”

Tinggalkan Balasan