ketabahan rumput dan aku menyaksikan dosa-dosa
kala tangan awan meramal tarian canda matahari,
yang tersulam langit biru merindukan asma Tuhan
ia terdiam, menafsirkan laut gelisah akan pelukan.
desir ombak membicarakan isyarat nelayan
anak-anak kecil berlari menyusur waktu
pedih perih hanya makanan bagi ikan-ikan di laut
hanya suara angin bercinta dengan dosa-dosa batu

biar, biarkan laut menerjemahkan perahu waktu
untuk mengirim siluet kisah yang pernah gundah
dengan cerita dan musim kemarau yang merantau,
dengan melodi kata di sini, laut abadi dalam puisi
Sumenep, 3 Juni 2022.
SABIT MUHARRAM
setahun tubuh berserah pada tabah
disaksikan mata daun yang melamun
mengintai sinar sejarah doa-doa
ketika tahun mengajak kau bersajak
ketika sabit mengaji altar kisah
di sana, sabit muharam kedinginan
