SAJAK HIJRIAH

ketabahan rumput dan aku menyaksikan dosa-dosa
kala tangan awan meramal tarian canda matahari,
yang tersulam langit biru merindukan asma Tuhan
ia terdiam, menafsirkan laut gelisah akan pelukan.

desir ombak membicarakan isyarat nelayan
anak-anak kecil berlari menyusur waktu
pedih perih hanya makanan bagi ikan-ikan di laut
hanya suara angin bercinta dengan dosa-dosa batu

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

biar, biarkan laut menerjemahkan perahu waktu
untuk mengirim siluet kisah yang pernah gundah
dengan cerita dan musim kemarau yang merantau,
dengan melodi kata di sini, laut abadi dalam puisi

Sumenep, 3 Juni 2022.

SABIT MUHARRAM

setahun tubuh berserah pada tabah
disaksikan mata daun yang melamun
mengintai sinar sejarah doa-doa

ketika tahun mengajak kau bersajak
ketika sabit mengaji altar kisah
di sana, sabit muharam kedinginan

Tinggalkan Balasan