SAJAK-SAJAK KARBALA

damparalit, 2025.

DI PADANG KARBALA 
— Sidna Husein

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Di padang tandus ini,
tinggallah dalam kemah
bersama anak-anak dan para perempuan.
Berdoalah, dan tunggulah pasukan
yang membawa nama-Ku
namun tak lagi membawa cahaya-Ku.
Maka kau akan mengerti
siapa mereka yang sedang membunuhmu—
atas nama-Ku.”

Dalam hatinya,
ia masih mempertimbangkan
mengapa kebenaran
harus dipertanyakan.
Namun, tepat seperti
sabda kakeknya
telah terdengar
sampai ke tulang-belulangnya,
sebuah suara dari langit
baru saja berkata.

Ia menegakkan tubuh
di tengah gurun,
matanya dikira haus
pada kekuasaan,
lidahnya dikira hendak
merobek baiat.

Dalam perjalanan ke Karbala,
ia tak membawa pedang,
hanya kepercayaan
bahwa kebenaran
hendak segera ditegakkan

Siapa pun yang mengingkari
wasiat kenabian,
mesti menanggungnya
dengan harga yang tak tertukar.

Angin Madinah membawa
nyala takzim matanya,
menyusuri jejak Rasul
dalam tubuh sendiri.
Fatimah menanam
keberanian sunyi di jantungnya.
Ali telah mengajarinya
segala ilmu memecah kebisuan.

Damparalit, 2025.

KARBALA 1

telah kutanam luka
di retak tanah padang pasir

darah yang mengalir
di sela azan dan gemetar
senantiasa dicium debu ziarah

Tinggalkan Balasan