Selain itu, Ustaz Fathorrozi mengimbuhkan pada tawasul terakhirnya, semoga Yayasan Qarnul Islam yang dirintisnya bertambah berkah, semakin maju, berkembang dan mampu melahirkan generasi-generasi Islam yang berakhlak karimah, tangguh dan berwawasan luas.
Dalam acara tersebut, santri marhalah al-Ula yang mayoritas masih di bangku PAUD-TK dan sebagian santri marhalah al-Wustha yang belum lancar membaca al-Qur’an, dipandu oleh seorang ustazah untuk serentak membaca surah-surah pendek, dimulai dari surah ad-Dhuha sampai surah an-Nas. Sementara sebagian santri marhalah al-Wustha yang sudah lancar membaca al-Qur’an ikut bergabung dengan santri marhalah al-Ulya dan asatiz untuk khatmil Qur’an. Santri yang kebagian juz 30 adalah santri yang ditunjuk secara bergilir. Pemegang juz 30 merupakan santri yang sudah terseleksi, meliputi bacaan al-Qur’an yang sesuai kaidah tajwid, pengucapan yang fasih, serta yang memiliki suara merdu, sebab santri tersebut dipilih untuk pegang mikrofon dan mengaji al-Qur’an menggunakan pengeras suara.

Menariknya, meski hujan mengguyur sangat deras, para santri terus berdatangan satu demi satu. Mereka tetap semangat datang ke madrasah untuk mensukseskan acara khatmil Qur’an dan istighasah. Mereka yang dekat, datang membawa payung. Sedangkan santri yang jauh, datang diantar walinya dengan motor dan memakai jas hujan. Santri Qarnul Islam Ledokombo tidak hanya berasal dari desa Ledokombo. Namun, ada juga santri yang berasal dari desa Sumberlesung, desa Sumberanget, desa Sumberbulus, serta desa-desa lain di sekitar Ledokombo.
Setelah semua bacaan rampung, acara selanjutnya adalah istighasah yang masih dipimpin oleh Ustaz Fathorrozi. Semua santri dari berbagai marhalah mengikuti bacaan istighasah.
