“Sebab santri yang kecil-kecil terutama yang ada di kelas al-Ula, biar terbiasa dengan pengucapan lafaz istighasah ini,” demikian argumen Ustaz Fathorrozi.
Sebagai pemungkas, Ustaz Warisul Mustofa, sebagai ustaz senior di Yayasan Qarnul Islam, memimpin doa khatmil Qur’an disertai doa keselamatan dunia-akhirat.

Usai berdoa, para santri rebutan mencari air botol masing-masing yang sejak awal dibuka tutupnya. Agar tidak tertukar, botol serta tutupnya itu mereka tulis sesuai nama pemiliknya. Tradisi membawa air saat khatmil Qur’an dan istighasah ini merupakan kebiasaan turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya, dengan niat bil barakah, ingin mendapat berkah dari bacaan-bacaan yang telah dipanjatkan.
