Dengan kembalinya Sanggar Pelakon ke panggung, Nabila tidak sekadar menjadi pertunjukan teater, melainkan juga penanda sejarah—sebuah penghormatan terhadap warisan artistik Asrul Sani dan suara kemanusiaan yang terus bergema melampaui waktu.
Dengan kembalinya Sanggar Pelakon ke panggung, Nabila tidak sekadar menjadi pertunjukan teater, melainkan juga penanda sejarah—sebuah penghormatan terhadap warisan artistik Asrul Sani dan suara kemanusiaan yang terus bergema melampaui waktu.
Jumat (16/10/2026) besok, jejaring duniasantri (JDS) akan menggelar Temu Sa...
Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (HIMA SPI) Univers...
MEMBACA Ikan-ikan di kepalaku mulai berenang Menggerakkan sirip-sirip keing...
Rangkaian Festival Dunia Santri 2026 akan memasuki puncaknya pada Sabtu, 24...
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Indonesia kembali kehilangan seorang u...
Rangkaian Festival Dunia Santri 2026 akan memasuki puncaknya pada Sabtu, 24...
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Indonesia kembali kehilangan seorang u...