Sanggar Pelakon Pentaskan Karya Terakhir Asrul Sani

Pada dekade 1980–1990-an, Sanggar Pelakon melahirkan sejumlah karya televisi penting, seperti Mahkamah (1984), Monumen, Apa yang Kau Cari Adinda, Gerhana Terpanjang, Derai-Derai Cemara, Siti Nurbaya, dan Sengsara Membawa Nikmat. Di jalur teater, sanggar ini juga memproduksi lakon-lakon berpengaruh, antara lain Mahkamah, Husni Thamrin, Sang Ayah (bekerja sama dengan Pertamina), serta Yerma.

Perjalanan Sanggar Pelakon sempat terhenti ketika Asrul Sani jatuh sakit hingga wafat pada 11 Januari 2004. Sanggar ini masih sempat menggelar pementasan Mahkamah pada 2007 dan Husni Thamrin pada 2009, sebelum akhirnya vakum selama 15 tahun.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kebangkitan Sanggar Pelakon kali ini membawa makna khusus melalui pementasan Nabila, naskah yang ditulis Asrul Sani menjelang akhir hayatnya. Lakon ini dipandang sebagai “suara terakhir” Asrul Sani tentang perempuan Indonesia—tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keteguhan dalam menjaga martabat keluarga.

Nabila merekam kekaguman Asrul Sani terhadap sosok perempuan: kesetiaan yang sunyi, pengorbanan yang kerap tak terlihat, serta harga diri yang dijaga dalam ruang domestik. Naskah ini baru diwujudkan di panggung setelah rencana pementasan sebelumnya terhenti akibat wafatnya sang pengarang.

Tinggalkan Balasan