“Kami berikhtiar dan berupaya untuk melahirkan generasi-generasi yang paham tentang ilmu falak dan hisab. Harapannya, dengan kompetensi ini, generasi kita dapat memberikan manfaat, khususnya ketika terjadi perbedaan penetapan tanggal, seperti awal Ramadan, Idul Fitri, atau Idul Adha,” tambahnya.
Menurut Kiai Toto, para santri tidak hanya diberikan materi dan teori saja, akan tetapi juga disertakan dengan praktek langsung. Beberapa santrinya sudah ikut berpartisipasi dalam penentuan tanggal tahun lalu.

“Alhamdulillah, pada penetapan tanggal tahun lalu, kami mengirim siswa-siswi Madrasah Aliyah untuk praktik langsung di lapangan, tepatnya di wilayah Pelabuhan Ratu. Para santri tidak hanya mempelajari teori di madrasah, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui kegiatan rukyatul hilal yang dilaksanakan oleh Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama,” ucapnya.
“Melalui pengalaman langsung ini, para santri dapat melihat dan memahami bagaimana proses rukyatul hilal dilakukan. Program ini, insyaallah, akan terus kami lanjutkan sebagai salah satu program unggulan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Hidayah,” jelas Kiai Toto.
