Santri Berbisnis, Kenapa Tidak…

Keempat, mempromosikan usaha. Untuk target market di lingkungan pondok, promosi terbaik adalah melalui teman dekat, baik adik kelas atau kakak kelas. Santri-santri terdekatlah yang perlu dibidik sebagai target market awal, setelah itu baru mempromosikan usaha kita lewat teman atau kerabat kita melalui mulut ke mulut.

Kelima, berbinis dengan bijak disertai doa. Artinya, karena statusnya sebagai santri, tentu dalam menjalankan bisnis harus bisa membagi waktu untuk belajar dan mengikuti kegiatan wajib di pondok pesantren serta menjalankan bisnis. Jangan sampai kegiatan berbisnis menghambat justru mengganggu kegiatan belajar di pondok pesantren. Dan, senantiasa memohon kepada Allah untuk memudahkan bisnis di pondok pesantren. Dengan selalu meminta kepada Allah dalam segala hal, dapat membuat kita terhindar dari keburukan dan diberikan keberkahan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Yang tak kalah penting, dalam berbisnis harus tetap mengikuti syariat-syariat yang ada yang selalu mengedepankan sifat jujur dan amanah. Dengan begitu, kita telah menjadikan pondok pesantren sebagai tempat yang positif baik untuk mencari ilmu maupun meningkatkan keterampilan berbisnis yang dilandaskan dengan Al-Qur’an dan Hadis. Sebagai seorang santri yang berbisnis di pondok pesantren, tetap harus mengikuti segala kegiatan yang ada di pondok pesantren, tetap mengikuti peraturan yang ada. Oleh karena itu, pentingnya bagi seorang santri untuk bisa mengatur waktu yang baik agar tetap menjadi santri sejati serta memiliki keterampilan berbisnis yang baik.

Tinggalkan Balasan