Santri dan Dunia Teknologi

Secara umum, teknologi informasi adalah sebuah sarana yang dapat dijadikan alat dalam mempermudah kerja manusia. Oleh karen itu, seharusnya kita sebagai santri memanfaatkan alat ini untuk kemanfaatan. Sebab bukan tidak mungkin, jika terjadi penyalahgunaan, sarana TI yang seharusnya bermanfaat akan menjadi mudharat. Tergantung kepada masing-masing individu, bagaimana memanfaatkannya semaksimal mungkin, tanpa mencari celah untuk dijadikan sarana yang bernilai negatif.

Makna umum sebagai alat dalam melakukan berbagai kerja, maka TI termasuk alat yang harus kita kuasai. Termasuk santri, merupakan keharusan untuk menguasai teknologi ini agar dalam medio industri 4.0 tidak ketinggalan informasi. Tetapi harus disadari, bahwa setiap sarana terdapat nilai positif dan negatif. Untuk bisa memaksimalkan nilai positif dan menghindari nilai negative,  santri harus mempunyai landasan keimanan yang kuat, dan diproyeksikan dapat memanfaatkan TI dengan sebaik mungkin.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Santri dan Teknologi

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Sebagaimana yang telah disinggung di awal paragraf, bahwa tidak sedikit santri (sebagai pencari ilmu) yang telah berkontribusi dalam dunia teknologi. Maka sebagai santri melineal tidak boleh kalah dengan akademisi lainnya. “Fastabiqul khairat” (berlomba-lomba dalam kemaslahatan), termasuk di dalam dunia teknologi. Santri yang hebat dapat membuat TI berdaya guna atau berfungsi untuk kepentingan kemanusiaan.

Santri, yang berciri peci dan sarung ini, tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab santri dapat bersaing dengan lembaga lain di dalam segala bidang persoalan. Santri harus berjuang demi kemajuan ilmu pengetahuan, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam al-Quran, Allah berfirman, “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.” (QS. Al-Isra: 7). Dalam hadits, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ Nomor:3289).

Santri harus punya komitmen dan semangat untuk menguasai teknologi. Sebab pada era ini, siapa yang menguasai teknologi, ia akan menguasai dunia. Artinya, dengan memanfaatkan teknologi informasi, seorang santri tidak akan gagap ketika berkiprah di tengah masyarakat. Mereka mampu beradaptasi serta memberikan nilai kebaikan, baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. Menguasai TI pada saat ini akan memberikan dampak baik yang signifikan jika dikelola dalam rangka kemaslahatan umat.

Memanfaatkan Media Teknologi

Tidak jarang kita dapati orang-orang yang hanya bermain-main dengan Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Bermain-main dengan media social kemanfaatannya hanya terbatas pada diri sendiri (sebagai refreshing, misalnya). Berbeda kalau kita, termasuk santri, memanfaatkan (bukan memainkan) media sosial sebagai bagian dari teknologi. Oleh karen itu, kita sebagai santri harus memanfaatkan media (TI) agar berdaya guna atau bermanfaatkan dalam kehidupan. Jangan sampai terjadi, kita (para santri) dimanfaatkan media sehingga kita terjerumus ke dalam jurang kehancuran. Dihancurkan oleh media, karena telah dipermainkan oleh media itu sendiri dengan caranya sendiri. Seperti terjadinya kecanduan games yang akan berdampak mudharat baik secafa fisik maupun mental.

Tinggalkan Balasan