Begitulah sebagian dari suasana di Pondok Pesantren Roudlotun Ni’mah yang terletak di Jalan Supriyadi Semarang selama bulan suci Ramadan di tengah pandemi ini. Seperti pondok pesantren pada umumnya, Ramadan di sini juga diisi dengan berbagai pengajian. Bedanya, setelah pengajian menjelang berbuka puasa, di pesantren yang diasuh KH Mohammad Ali Shodiqin ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian sufi dan musik rebana oleh kelompok rebana “Semut Ireng”.
Ada yang unik, memang, pondok pesantren ini dibandingkan dengan pesantren lainnya. Di Pondok Pesantren Roudlotun Ni’mah ini, selain pelajar dan mahasiswa, para santri kebanyakan justru berasal dari golongon hitam. Ada preman, gali, perampok, pengamanen, anak jalanan, dan bahkan pelacur. Mereka ini dihimpun dalam satu wadah bernama “Mutiara Joko Tingkir”, dan kemudian diajak nyantri di Pondok Pesantren Roudlotun Ni’mah ini.

