Pada tahap awal, pelatihan kelas aeromodeling meliputi pengenalan komponen dan proses perakitan. Selanjutnya, setelah sebulan mengikuti pelatihan, santri diskenariokan sudah bisa membentuk badan pesawat yang sudah siap untuk dilakukan uji terbang. Menurut Ahmad Munawar, potensi ekonomi home industry pesawat aeromodelling ini cukup besar, sehingga bisa menggerakkan perekonomian pesantren.
