Santri Kutub dan Spirit Kesastraan

Berangkat ke Yogja bukan untuk kuliah, layaknya anak-anak kampung di daerahnya. Dia lebih memilih untuk belajar menulis cerpen. Dan yang tak kalah menariknya, komitmen dari Komunitas Kutub adalah santri wajib hidup mandiri, tidak boleh ada kiriman dari orang tua. Aturan ini diberlakukan setelah waktu tiga bulan pertama. Selain itu, membaca dan menulis ada identitas dari santri di Komunitas Kutub.

Yang saya suka dari pola kehidupan anak-anak Komunitas Kutub ini adalah kemandirian mereka. Kebutuhan hidup hanya bisa dipenuhi dengan hasil karya tulis, dan bila belum bisa tembus di koran dan media online hari ini, maka terpaksa harus jualan buku online, kerja di warung kopi, dan lain sebagainya. Inti dari semua ini adalah kemandirian itu sendiri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pasca meninggalnya Gus Zainal, PPM Hasyim Asyaari berada di bawa asuhan Bunda Maya, istri dari almarhumGus Zainal. Kemudian, beberapa tahun setelah itu, Bunda Maya menikah dengan salah satu kader terbaik Muhammadiyah, Husni Amriyanto. Sehingga, saat ini, beliaulah yang menjadi pengasuh di PPM Hasyim Asyari Yogyakarta.

Dari pesantren inilah lahir santri-santri Kutub, generasi santri berliterasi, generasi santri yang meramaikan jagat penulisan di Indonesia.

Yogyakarta, 2021.

Tinggalkan Balasan