Santri Milenial Berdakwah bil Qalam

Dan dari banyaknya kitab yang dipelajari para santri di pesantren itu juga menunjukkan bahwa budaya literasi para ulama terdahulu begitu tinggi. Hampir semua ulama besar menulis kitab sesuai bidang masing-masing, mulai dari akidah, akhlak, fikih, tafsir, hadis, tasawuf, sampai tata bahasa Arab (nahu-saraf). Sehingga nama para ulama itu abadi dalam karya tulis mereka.

Nah, para santri zaman sekarang harusnya bisa mencontoh spirit para ulama terdahulu yang dengan tekun mencatat dan menuliskan ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari para guru mereka. Sehingga lahir dari tangan mereka kitab-kitab yang terus dikaji dan dipelajari hingga saat ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Santri zaman sekarang hendaknya gemar membaca dan mencatat apa yang mereka pelajari dari kitab-kitab kuning, untuk kemudian dikaitkan dengan fenomena atau kejadian di masa sekarang. Sehingga para santri bisa merespons tantangan zaman sekarang dengan nilai-nilai keislaman yang original.

Hal ini juga pernah dicontohkan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Indonesia keempat, yang pernah menjadi seorang santri. Gus Dir banyak menulis tentang dunia pesantren, budaya pesantren, kritik sosial dengan memakai kacamata pesantren, merespons masalah-masalah yang terjadi dengan nilai-nilai pesantren, dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan