Oleh Upi Asmaradhana, disarankan agar nilai-nilai yang diajarkan Syekh Yusuf tersebut diperkenalkan kepada generasi masa kini sesuai dengan cara-cara kekinian. “Agar ajaran Syekh Yusuf dikenal dan diikuti generasi masa kini,” ujar Upi Asmaradhana.
Puisi dan Debu

Saat membuka pameran, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, Syekh Yusuf merupakan tokoh Indonesia yang telah menjadi inspirasi dunia. “Bahkan, Syekh Yusuf merupakan tokoh yang menjadi pahlawan nasional dari dua negara sekaligus, yaitu Indonesia dan Afrika Selatan,” tandas Fadli Zon.
Karena itu, menurutnya, pemikiran dan nilai-nilai kejuangan Syekh Yusuf harus terus dirawat agar terus hidup dan menjadi generasi masa kini.
“Yang penting hidupkan dulu literasinya untuk memantik lahirnya gagasan-gagasan baru, kemudian akan dibangun museum Syekh Yusuf yang bekerja sama dengan pemerintah Afsel,” kata Fadli Zon.
Pembukaan pameran yang berlangsung Selasa malam dimeriahkan dengan tari tradisional Banten, penampilan musik Debu, dan pembacaan dua puisi tentang Syekh Yusuf karya sastrawan Taufiq Ismail. Puisi pertama, Tanjung, dibacakan sastrawan Peri Sandi Huizche. Puisi Kedua, Sembilan Burung Camar Tuan Yusuf dibacakan Mahwi Air Tawar.
Pameran yang berlangsung sampai 30 April 2026 ini menyuguhkan foto-foto tentang sejarah Syekh Yusuf Al-Makassari.
