USAI
I

Pulanglah, kawan
Semua telah usai
Sudah cukup kau berjuang
Mengukir sejarah dengan cerita malang
Masih ada yang menunggumu
Menoreh rindu yang terbelenggu
Antara sajak-sajak takdir yang kian membuat jarak
Bersama daun-daun kisah yang gugur
Menunggu nasib.
Terlalu banyak luka yang menggores tubuhmu
Menjadi nanah abadi, menetes
Tinggalkan noda di sepanjang jalan
Hidup, tak tepermanai.
Bukti sebuah perlawanan
Dari tubuh yang rengkuh oleh keadaan
Meski hanya sebuah titik debu di panggung semesta
Adakah yang peduli?
Sedia merangkul sepotong jiwa nan tercabik-cabik
II
Mari pulang, kawan
Pada pagi yang tak lagi mengeja
Pada malam yang kini tak menghakimi
Bawa tubuh remukmu ke pelukan bumi
Biarkan angin mengusap luka,
Sementara waktu perlahan menutupnya.
