AKHIR SEBUAH RIWAYAT

USAI

I

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pulanglah, kawan
Semua telah usai
Sudah cukup kau berjuang
Mengukir sejarah dengan cerita malang

Masih ada yang menunggumu
Menoreh rindu yang terbelenggu
Antara sajak-sajak takdir yang kian membuat jarak
Bersama daun-daun kisah yang gugur
Menunggu nasib.

Terlalu banyak luka yang menggores tubuhmu
Menjadi nanah abadi, menetes
Tinggalkan noda di sepanjang jalan
Hidup, tak tepermanai.

Bukti sebuah perlawanan
Dari tubuh yang rengkuh oleh keadaan
Meski hanya sebuah titik debu di panggung semesta
Adakah yang peduli?
Sedia merangkul sepotong jiwa nan tercabik-cabik

II

Mari pulang, kawan
Pada pagi yang tak lagi mengeja
Pada malam yang kini tak menghakimi
Bawa tubuh remukmu ke pelukan bumi
Biarkan angin mengusap luka,
Sementara waktu perlahan menutupnya.

Cukuplah kau menjadi puisi paling pilu
Menghimpun sunyi menjadi doa
Biarlah dunia tetap gaduh
Sementara kisah kita usai
Dengan tenang dan diam,
Tanpa suara.

AKU MASIH DI SINI

I

Kemana kalian pergi kawan?
Aku masih di sini
Bersama sejuta kenangan
Terukir antara bait-bait kisah
Juga sajak-sajak cerita yang belum usai
Baru saja kita melangkah bersama
Melewati kotak-kotak takdir yang penuh duri
Namun kini, langkahku sendiri.

II

Sore,
Senja itu masih merona
Indah, terlukis dalam kanvas langit biru
Namun, mengapa terasa pahit?
Tak sanggup menahan perih hati
Satu per satu kalian melangkah pergi
Menyisakan bayang-bayang masa lalu
Yang terus memaksa diingat.

III

Kenapa harus aku?
Aku pun ingin melangkah pergi
Bersama, menyusuri labirin semesta
Namun mengapa aku selalu berbeda?
Kini aku dibelenggu rantai percaya
Saat kalian justru bersiap menaiki
Kapal asa yang kita tunggu
Sejak lama

IV

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan