Sayyid Fadhl Al Mahdaly, yang Berdakwah Lewat Tawa

Prinsip hidupnya yang ingin selalu melebur dengan masyarakat, terlihat saat beberapa kali beliau menghadiri acara atau mengisi ceramah. Beliau terlihat sangat sederhana, dengan peci hitam, baju koko, dan sarung kotak-kotak yang biasa digunakan masyarakat Mandar. 

Karena penampilannya yang sederhana itu, beliau pernah mengalami kejadian lucu. Suatu waktu, saat tiba di lokasi untuk mengisi ceramah, panitia acara menghampiri dan menanyakan keberadaan Sayyid Fadhl Al Mahdaly. Sebab, panitia tersebut mengira beliau adalah sopir yang bertugas mengantar penceramah. Setelah panitia acara tersebut mengetahui ternyata penceramahnya adalah orang yang tadinya disangka sopir, ia segera meminta maaf. Takut mambul atau mabusung (kualat).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sayyid Fadhl bahkan pernah mengadakan acara halal bi halal, dalam rangka mempererat silaturahim di antara masyarakat Pambusuang. Alih-alih membuat acaranya bertemakan atau bernuansa Islami, beliau justru membuat acara bertemakan komedi “Curita Barung-Barung,” yaitu cerita-cerita lucu yang biasanya disampaikan oleh masyarakat di sudut-sudut warung.

Dalam acara tersebut, setiap orang bebas berbagi cerita lucu, termasuk Sayyid Fadhl sendiri. Baginya, membuat jemaah tertawa, senang, dan  bahagia merupakan cara untuk menyatu dengan mereka. Dengan begitu, pesan-pesan dakwah yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh jemaah.

Sayyid Fadhl Al Mahdaly hingga kini masih aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Beliau menjabat sebagai Imam Masjid Agung Syuhada Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kehadirannya menjadi bukti bahwa ulama tidak hanya menjadi penerang, tetapi juga pengikat batin masyarakat, membawa Islam dengan kelembutan, kedalaman ilmu, dan kearifan lokal yang mendalam.

Tinggalkan Balasan