SEBUAH TUNGKU
Dari tungku itu, konon jiwaku lahir
Di depannya, perempuan meniup bara berkali-kali
Menyalakan api, mengobarkan cinta dalam diri
Asap-asap yang tak pernah melahirkan pecundang
mengepul beragam rupa keikhlasan

Sedikitpun, perut tak pernah kerontang
Sebab tungku emak, dengan tulus menopang
Bumbu-bumbu mengalun mengitari hati
Mengetuk kantuk, mengutuk letih
Gapura, 6 Februari 2022.
DI PUSARA EPPAK
