Kelak, ketika senyummu telah matang
Aku akan datang membawa sepotong puisi
Yang bertunas dewasa di jalan-jalan sepi
Jalan setapak menuju rumahku, jalan pintas menuju takdir kita
Kini, kumandikan dulu puisi itu di perigi hati
Tubuhnya berlumur noda-noda kata
Bibirnya beku, tak kuasa melumat waktu
Sedang dari matanya, tetap bertebaran kata-kata kerinduan

Sumenep,6 Februari 2022.
ilustrasi: piqsels.
