SEBELUM AKU MELAMARMU

Kelak, ketika senyummu telah matang
Aku akan datang membawa sepotong puisi
Yang bertunas dewasa di jalan-jalan sepi
Jalan setapak menuju rumahku, jalan pintas menuju takdir kita

Kini, kumandikan dulu puisi itu di perigi hati
Tubuhnya berlumur noda-noda kata
Bibirnya beku, tak kuasa melumat waktu
Sedang dari matanya, tetap bertebaran kata-kata kerinduan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sumenep,6 Februari 2022.

ilustrasi: piqsels.

Tinggalkan Balasan