Seh Magelung

Di saat itu, Karangkendal –yang jaraknya tidak sampai 5 kilometer dan hanya 10 menit dari rumah– masih dengan rupa aslinya: tempat para bagal, berandal, dan tukang santet. Beratus-ratus tahun kemudian, setelah Seh Magelung mati dan jasadnya dikubur di sana, di bulan-bulan tertentu makamnya selalu ramai dikunjungi. Di sepanjang jalan orang-orang cemas dan takut. Kita pun akhirnya akan sendiri…

Tinggalkan Balasan