Semut Hitam dan Penjual Roti

“Menurutmu apa menariknya semut-semut ini?” kalimat tak penting itu dilontarkan sang ayah demi menghindari obrolan tentang masalah yang dihadapi anaknya di tempat kerja ini. Beberapa hari terakhir putrinya itu memang sering mengeluhkan tekanan pekerjaan yang didapatkannya di toko.

“Semut-semut itu, mereka selalu bergotong-royong untuk kepentingan dan kebaikan orang banyak, Yah. Kalau manusia, seringkali mereka bergotong-royong untuk bersekongkol demi hajat pribadi atau golongan tertentu dan bahkan menindas orang-orang lemah.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lelaki itu menyapu kerudung putrinya.

“Ayah tak perlu menjemputku lagi setelah ini.”

“Kenapa bisa begitu, anakku? Maksudmu apa?” tanya ayahnya dengan raut tersentak sekaligus cemas.

“Aku diberhentikan dari toko karena ketahuan menjatuhkan sepotong roti yang kemudian kukasihkan pada semut-semut itu. Seorang karyawan baru akan bekerja menggantikanku mulai besok. Dan semut-semut malang itu akan dimusnahkannya.”

“Kejam sekali bosmu itu! Bisa-bisanya hanya karena permasalahan sepele begini kamu diberhentikan!” desis sang ayah.

“Manajer toko yang baru itu tak suka melihatku tak mau bersekongkol untuk menggelapkan uang hasil penjualan.”

Lelaki itu memandang putrinya dengan mata nanar.

Setelah itu semut telik sandi tadi tak mendengar ada percakapan lagi di antara kedua ayah-anak itu. Karyawan lembut hati dan ayahnya itu kemudian melangkah pergi karena hujan telah reda. Mereka berjalan dengan kepala tertunduk menuju sepeda motor butut yang telah basah kuyup di tempat parkir.

Mengingat kejadian yang diceritakan telik sandi itu membuat semut hitam dalam gorong-gorong itu menyesali diri mengajak anak-anaknya nekat mengais roti. Dia memang belum sepenuhnya percaya pada berita pemecatan gadis itu. Dia terlalu baik untuk dipecat dan pergi meninggalkan tempat ini. Semut itu semakin gelisah, anaknya yang terluka mulai merintih kesakitan. Di sisi lain bau obat semut itu membuat kepalanya terasa berat berdenyut-denyut.

Tinggalkan Balasan