SEPTEMBER YANG TERLUKA
Buat para perempuan yang mengalami kekerasan
september tiba,
seperti api yang lupa padam,
membakar di balik tirai jendela,
di ruang-ruang gelap yang tak pernah tahu
apa itu kelembutan.

ada suara patah
di antara detak jam dan hentakan kaki,
perempuan-perempuan menelan tangis
seperti meneguk kopi pagi:
pahit,
tak ada kata pengantar.
mereka bilang,
cinta adalah benturan,
tapi siapa yang bilang bahwa kulit
boleh dipenuhi retak seperti dinding tua?
Siapa yang ajarkan bahwa cinta
membawa pukulan dan diam yang dingin?
di punggung September,
ada nama-nama yang hilang dalam riuh,
ada mimpi yang terseret derasnya hujan
tanpa pernah tahu bagaimana cara berteriak.
tapi aku tahu,
suara mereka akan kembali,
seperti daun yang jatuh,
tak pernah benar-benar hilang,
hanya menunggu waktu
untuk tumbuh kembali,
menjadi hutan yang tak bisa lagi ditebang
oleh tangan-tangan kasar.
kita akan berdiri di situ,
menjadi saksi,
bahwa September tak lagi milik luka
tapi milik mereka
yang berani bangkit dari reruntuhan.
