SEPTEMBER YANG TERLUKA

di bawah langit yang tak bersuara,
ada tubuh yang terkulai,
seperti lembaran kertas usang
yang terabaikan dalam lipatan waktu.

dia, yang dulu berdiri di ambang hari,
kini tersisih dalam bayang-bayang
dari kekejaman yang menulis namanya
dalam tinta merah yang tak bisa dihapus.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

dalam sunyi malam yang mencekam,
kematian menyapanya seperti angin dingin,
menghapus jejak-jejak tangis
yang terbenam dalam tanah yang tak bertutur.

langit memandang tanpa rasa,
seperti memori yang tak bisa disentuh,
sementara setiap luka,
menjadi saksi dari suara yang tak pernah sampai.

di sini, di tepi malam yang remang,
kita hanya bisa menatap kosong,
mencoba merajut kembali potongan-potongan
dari cerita yang terlalu cepat berakhir.

kita berdiri,
dalam hening yang berat,
berharap ada makna di balik kesunyian,
dan janji untuk tidak membiarkan
cerita ini tenggelam tanpa jejak.

Bondowoso, 2024.

Tinggalkan Balasan