Serabi Likuran di Malam Ganjil Ramadan

Kue serabi diolah dari bahan-bahan yang terdiri dari tepung beras, pandan, vanilla, gula, santan kelapa, dan garam. Biasanya dimasak menggunakan wajan kecil terbuat dari tanah liat dan dipanggang di atas arang. Orang Jawa memandang kue ini sebagai bentuk doa untuk memperoleh pengampunan dan pengayoman.

Lalu apa hubungannya kue serabi dengan malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan? Menurut salah satu kiai kampung, Mohammad Hafiduddin, tradisi membuat kue serabi dan membagikannya kepada orang sekitar di malam ganjil 10 hari terakhir di bulan Ramadan sebagai bentuk peringatan kepada umat Islam bahwa Ramadan akan segera berakhir. Sebab tidak ada dalil khusus, hanya sebagai tradisi turun temurun yang terus dilestarikan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurutnya, kue serabi ini menjadi ikonik yang cukup sakral. Sebab, sejak zaman dahulu kue ini sudah disajikan untuk bahan sesajian dalam selamat ruwah atau arwah orang yang sudah meninggal.

Tinggalkan Balasan