Entah bagaimana pengelanaan itu berlangsung, ia kemudian bermukim di kawasan hutan dan pegunungan Beratan yang sekarang berada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Dulunya, konon, Beratan merupakan daerah yang sangat angker. Pusatnya makhluk halus atau makhluk jadi-jadian yang berperangai buruk, yang suka mengganggu dan mencelakai manusia atau warga sekitar. Dengan ilmu dan kesaktiannya, Habib Umar berhasil menundukkan mereka. Setelah makhluk-makhluk halus dan makhluk jahat ditaklukkan, masyarakat hidup aman, tentram, dan damai. Habib Umar kemudian mulai menjalankan misi dakwahnya, mengajarkan ajaran Islam di kalangan masyarakat setempat. Bahkan, Habib Umar bin Yusuf Al-Maghribi kemudian mendirikan Kerajaam Beratan, dan ia berdaulat sebagai Raja Beratan dengan gelar Syekh Maulana Raden Hasan.

Namun, seiring perjalanan waktu, kedamaian masyarakat Beratan mulai terusik oleh adanya fitnah dan adu domba. Dalam cerita-cerita rakyat tak disebutkan dari kelompok mana yang melakukan agitasi itu. Mungkin dari lawan-lawan politik atau kekuatan dari daerah lain yang cemburu atau tak suka dengan keberhasilan dakwah Habib Umar bin Yusuf Al-Maghribi hingga ia menjadi seorang raja di situ. Akhirnya, Kerajaan Beratan pun gonjang-ganjing oleh fitnah dan hasutan.
