Seri “Wali Pitu” di Bali (4): Syekh Maulana Raden Hasan

Mendapat serangan seperti itu yang menyebabkan kerajaannya gonjang-ganjing, Syekh Maulana Raden Hasan meminta nasihat kepada raja di Madura yang mengutusnya. Ia disarankan untuk menyepi atau bersemedi atau bertirakat di Bukit Tapak yang ada di kawasan hutan Beratan. Ia mengikuti saran tersebut, dan menuju ke Bukit Tapak diikuti oleh tiga orang kepercayaannya. Tapi, sepeninggal Syekh Maulana Raden Hasan itu, Kerajaan Beratan runtuh, dan ia tak pernah kembali.

Menurut cerita lisan masyarakat setempat, Syekh Maulana Raden Hasan bersama pengikutnya meninggal di Bukit Tapak tersebut. Bertahun-tahun, makamnya ditemukan oleh masyarakat setempat, yang kini dikenal sebagai Makam Keramat Bukit Tapak. Tak jauh dari situ juga ada danau yang kemudian disebut Danau Beratan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lokasi makam keramat ini berada di kawasan Kebun Raya Bedugul, Banjar Candikuning II, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Karena itu, Syekh Maulana Raden Hasan juga sering disebut sebagai Wali Bedugul. Di areal makam Habib Umar bin Yusuf Al-Maghribi juga telah dibangun beberapa unit bangunan, seperti tempat wudhu, musala, tempat istirahat, dan dapur. Sejak puluhan tahun terakhir, banyak umat Islam yang berziarah ke makam Syekh Maulana Raden Hasan ini sebagai jejak dari salah satu Wali Pitu di Bali.

Tinggalkan Balasan