Sesat Pikir Ilmu Agama

Sesat pikir seperti ini tanpa disadari telah mendorong kita bersikap tidak adil dalam beragama. Contohnya, kita menempatkan orang-orang yang menekuni ilmu agama “lebih mulia” ketimbang mereka yang menekuni ilmu umum. Akibatnya, tak banyak generasi muslim yang termotivasi untuk menekuni dan menguasai berbagai disiplin ilmu selain ilmu agama yang perkembangannya justru semakin pesat. Sehingga, ketika kekayaan mineral kita nyaris habis ditambang oleh orang lain, Gymnastiar Putra baru mau belajar ilmunya. Mungkin agak terlambat, tapi setidaknya niatan itu harus menjadi dorongan untuk mengubah mindset bahwa belajar ilmu umum itu sama mulianya dengan belajar ilmu agama.

Tinggalkan Balasan