Siapa Juara Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren?

Selasa malam (20/10/2026), tim kurator menggelar rapat online untuk menentukan juara 1, 2, dan 3 Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren. Tampaknya tidak mudah untuk menentukan juaranya, sehingga terjadi adu argumentasi yang cukup alot.

Tim kurator terdiri dari tiga orang, yaitu KH Acep Zamzam Noor atau Kang Acep, sastrawan Jamal D. Rahman, dan Dr Novi Diah Haryanti, peneliti sastra pesantren dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketiganya sudah menyelesaikan kurasi dan membawa jagoan masing-masing. Rapat difasilitasi Mukhlisin, mewakili jejaring duniasantri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Total naskah yang masuk dalan lomba ini sebanyak 35. Dari jumlah tersebut, yang memenuhi syarat untuk dikurasi sebanyak 31 naskah. Ketiga kurator kemudian mengurasi seluruhnya dalam bentuk naskah aslinya. Dari hasil kurasi, masing-masing kurator menyetorkan tiga kandidat juara berdasarkan pemeringkatan skornya.

Di saat bersamaan, terhadap seluruh naskah yang masuk daftar kurasi dilakukan penyuntingan dan editing untuk dijadikan buku. Rupanya, setelah melalui proses penyuntingan dan editing, tak semua dari 31 naskah yang dikurasi tersebut memenuhi syarat untuk masuk dalam buku antologi Biografi Orang-orang Pesantren. Hanya sekitar 20 naskah yang nanti termuat dalam buku tersebut.

Buku antologi Biografi Orang-orang Pesantren tersebut akan di-soft launch pada acara puncak Festival Dunia Santri 2026 yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Gedung Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Pada rapat Selasa malam itu, ada beberapa kandidat yang sama yang disodorkan masing-masing kurator. Namun ada juga yang berbeda nama.

Yang menarik, ketiga kurator mengantungi nama-nama yang sama untuk kandidat juara 1 dan 2, hanya peringkatnya yang berbeda atau bertukar tempat. Setelah melalui perdebatan dan adu argumen yang alot, akhirnya disepakati bersama untuk juara 1 dan 2.

Rupanya, penentuan juara 3 lebih alot lagi. Sebab, banyak nama yang memiliki skor sama atau hampir sama untuk kandidat juara 3 ini. Bahkan, para kurator sampai harus memeriksa ulang naskah-naskah untuk kandidat juara 3 ini. “Sebentar, saya cek lagi dokumen saya,” ujar Novi.

Setelah masing-masing kurator mengajukan argumen, akhirnya disepakati sebuah nama untuk ditetapkan sebagai juara 3. “Iya, saya setuju, ini layak jadi juara ketiga,” kata Kang Acep.

Menurut Kang Jamal, panggilan akrab Jamal D. Rahman, ada tiga kriteria yang digunakan kurator untuk menilai naskah-naskah tersebut. Yang pertama, kekuatan subjek yang diangkat dalam penulisan biografi ini. Kedua, tingkat kesulitan penulisnya dalam menggali dan meriset bahan-bahan penulisan. Dan, ketiga, kualitas penulisannya.

“Jadi, penilaian kami lebih banyak ditentukan pada tiga aspek tersebut,” tandas Kang Jamal.

Dengan demikian, tunai sudah tugas tim kurator menetapkan pemenang Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren. Lalu siapa juaranya? “Nanti ya diumumkan panitia pada 24 Oktober, di acara puncak Festival Dunia Santri 2026,” ujar Kang Jamal.

Tinggalkan Balasan