SILSILAH MATA
Selang beberapa lama
setelah matamu mengajakku berdiskusi

aku lamur pada lebur halaman album
berisi kematianku
menyisakan sisa napas dan isak tangis rembulan
berbalut hitam di depan halaman.
sedang kuburan berbaju bunga
menarikku pada basah rindu.
dan burung gereja bernyanyi duka mengantarku sampai pintu.
seketika,
udara lebih hangat dari biasanya
juga bunga cempaka menjentikkan putik-putiknya
berlabuh gunduk tanah kematianku.
sekian,
matamu mengajakku berdiskusi.
2026.
BALADA DAN OBROLAN TAFSIR
Sore mulai menjelajah
di atas kepala.
sementara buku-buku
melirik mata ke arah meja.
aku memesan jus markisa, sedang kawanku es gula aren lengkap tumblernya.
lalu manghrib memandangku sinis
perlahan, obrolan-obrolan tafsir harus tuntas
ditutup malam berbaju bulan purnama di pupil mata.
2026.
RIWAYAT ILALANG
Bagaimana jika ilalang yang kau pesan, habis sekali teguk, sekali duduk.
menjelma kehilangan yang bernas kenangan
lincak bambu belum matang
ditanak obrolan-obrolan panjang.
dan udara masih belum berkeringat
menggoda kita dari belakang.
sedang pelayan kembali datang
membawa nampan berisi ingatan.
perihal perempuan yang mati telanjang di terminal lama
dua hari lalu.
2026.
MERINDUKAN MAUT
Sehabis pekat mengintaiku dari dekat
kaki panjang tak seharusnya berlari lagi
cukup menunggu kematian datang dengan damai
dan, bunga-bunga ditabur di selangkangan.
barangkali doa-doa lebih subur dari biasanya.
meringkus dosa-dosa yang kembali liar.
padahal kemarin,
aku kehilangan doa-doaku
juga lupa tak menyirami tubuhku.
namun hari ini
sepertinya malaikat maut lebih kurindukan darimu sekalipun.
2026.
Sumber ilustrasi: pixnio.
