Tangan angin menjulur musim pada gugur dedaunan
Kirmizi iring menjajal imperium doa keramaian dusta
Sesekali berdiam diri merasuk prodeo siang bertandang
Zaman berubah menjadi notifikasi selarut ilusi nan alibi
Kokok ayam menyusun tarian doa, beriring mata pening
Batu yang tersandung tak pernah menggugat iga tenung

Dua musim dayung berpuisi, mengaji, bahkan berilusi
Setabah kisah berserah pada sungai yang berandai
Dibawakannya aliran semu menuju hulu melaut rindu.
Sumenep, 2021.
TABIAT LAUT
Riak gelombang riuh menyerang
Melakoni siluet canda candu tawa
Hingar terik mentari merias puisi

Makasih duniasantri.co