Sorogan dan Manfaatnya bagi Dunia Pendidikan

Kedua, interaksi antara santri dengan sang guru secara private dan terbuka, membuat santri merasa leluasa dalam menyampaikan kegelisahannya dalam belajar, di mana banyak peserta didik yang memiliki kegelisahan tetapi tidak diungkapkan, sehingga menimbulkan kegelisahan yang berkelanjutan yang berdampak pada kegiatan belajar.

Ketiga, latihan bagi santri untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Perlu diketahui bahwa sebelum menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau masyarakat, santri harus dilatih menyanpaikan di hadapan sang guru terlebih dahulu. Tujuanya supaya santri terbiasa bicara di depan orang banyak, sehingga apa yang ia sampaikan dapat diterima dengan baik.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dikutip dari buku Sejarah Pemikiran Para Tokoh Pendidikan KH Ahmad Dahlan mengharuskan santrinya agar menyampaikan ilmu yang sudah diajarkan olehnya. Tetapi, sebelum menyampaikan ilmunya, santri harus menyampaikan dahulu kepada sang guru, dikhawatirkan santri dalam menyampaikan ilmunya ada yang tidak sesuai dengan kitab yang dikaji.

Keempat, dalam tradisi keilmuan Islam ada istilah sanad (suatu ilmu yang bersambung dari Rasulullah) yang harus dijaga. Sanad ialah salah satu pembeda ilmu agama (usuludin) dengan ilmu umum, di mana ilmu agama membutuhkan sanad sebagai salah satu cara untuk menjaga agama Islam tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari orang orang yang memahami agama semaunya.

Banyaknya manfaat metode sorogan bagi kesuksesan belajar santri, membuat banyak pesantren tetap mempertahkannya terutama pesantren tradisional. Selain menjaga ciri khas tersendiri, sorogan juga sangat efektif bagi santri untuk memahami ilmu dengan baik dan benar, lalu menyampaikan ke masyarakat dengan baik sesuai dengan apa yang disampaikan oleh para ulama melalui kitab kitabnya dan menjaga tradisi ilmu agama agar tetap terjaga dengan baik.

Tinggalkan Balasan